Tuesday, December 6, 2016

DNS ( Domain Name System ) dan Cara Installnya

Assalamu'alaikum?

Berjumpa lagi bersama saya pengetik postingan ini yang mengambil sumber dari pdf orang lain kemudian di ketik ulang di sini, makasih ya buat orang yang telah membuatnya ngebantu saya nih.

Oke saya di sini akan mengetikkan sebuah postingan tentang DNS dan cara installasinya, langsung saja baca di bawah ini.

A. Sejarah

DNS Sebelum dipergunakannya DNS, jaringan komputer menggunakan HOSTS files yang berisi informasi dari nama komputer dan IP address-nya. Di Internet, file ini dikelola secara terpusat dan di setiap loaksi harus di copy versi terbaru dari HOSTS files, dari sini bisa dibayangkan betapa repotnya jika ada penambahan 1 komputer di jaringan, maka kita harus copy versi terbaru file ini ke setiap lokasi.

Dengan makin meluasnya jaringan internet, hal ini makin merepotkan, akhirnya dibuatkan sebuah solusi dimana DNS di desain menggantikan fungsi HOSTS files, dengan kelebihan unlimited database size, dan performace yang baik. DNS adalah sebuah aplikasi services di Internet yang menerjemahkan sebuah domain name ke IP address. Sebagai contoh, www untuk penggunaan di Internet, lalu diketikan nama domain, misalnya: yahoo.com maka akan di petakan ke sebuah IP mis 202.68.0.134. Jadi DNS dapat di analogikan pada pemakaian buku telepon, dimana orang yang kita kenal berdasarkan nama untuk menghubunginya kita harus memutar nomor telepon di pesawat telepon. Sama persis, host komputer mengirimkan queries berupa nama komputer dan domain name server ke DNS, lalu oleh DNS dipetakan ke IP address.

B. Domain Name System (DNS)

Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).

DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address. Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau intranet dimana DNS memiliki keunggulan seperti:

1) Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address sebuah komputer cukup host name (nama Komputer).

2) Konsisten, IP address sebuah komputer bisa berubah tapi host name tidak berubah.

3) Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet maupun di Intranet. C. Prinsip Kerja Pendelegasian Domain Sistem database yang digunakan DNS adalah sistem hirarki. Sistem ini dipilih karena sistem ini cocok digunakan untuk sistem terdistribusi, konsisten untuk setiap host, dan updateable.

Sistem ini digambarkan sebagai sebuah tree yang memiliki beberapa cabang. Cabang-cabang ini mewakili domain, dan dapat berupa host, subdomain, ataupun top level domain, yang digambarkan sebagai berikut:





Domain teratas adalah root. Domain ini diwakili oleh titik. Selanjutnya, domain yang terletak tepat di bawah root disebut top level domain. Beberapa contoh top level domain ini antara lain com, edu, gov, dan lain-lain. Turunan dari top level domain disebut subdomain. Domain yang terletak setelah top level domain adalah second level domain, dan domain yang berada di bawah second level domain disebut third level domain, begitu seterusnya.

Pembentukan dan pembacaannya dimulai dari node yang paling bawah berurut dari node yang paling bawah hingga node yang paling atas (root). Sebagai contoh untuk nama host pandu.ee.ugm.ac.id. kita dapat menguraikan domainnya menjadi : . merupakan root domain, id merupakan top level domain, ac merupakan second level domain, ugm merupakan third level domain, ee merupakan fourth level domain, pandu merupakan fifth level domain yang menunjukkan nama host.

Dari contoh di atas kita dapat mengetahui aturan penulisan nama host, yaitu dimulai dari kiri ke kanan untuk node yang paling bawah hingga node yang paling atas, dan setiap domain dipisahkan dengan titik. Seperti yang telah disampaikan sebelumnya bahwa selain berfungsi untuk mapping alamat IP ke nama host, DNS juga berfungsi sebaliknya, yaitu reverse mapping dari nama host ke alamat IP.

Masalah aturan mapping dan reverse mapping ini akan dibahas pada bagian konfigurasi zone. root arpa ac.id edu com ugm ui ee if pandu …… …… …… Sistem hirarki DNS di atas tentunya tidak mungkin di atur oleh satu server saja. Sistem hirarki DNS ini dipecah-pecah menjadi zona-zona. Sebuah zona meliputi seluruh host yang terdapat di dalam sebuah domain dan dapat berupa level domain yang mana saja.

Di dalam sebuah jaringan, setiap zona harus memiliki name server sendiri. Name server inilah yang akan melayani penerjemahan dari IP ke nama host atau sebaliknya di zona yang bersangkutan. Jika pada suatu domain ingin dibentuk zona baru, maka kita dapat membuat sebuah primary name server yang akan mengarahkan setiap request mapping ke name server yang authoritative. Penggunaan lebih dari satu name server ini bertujuan untuk membagi beban kerja name server dan sebagai sistem backup name server.

Perbedaan antara primary name server dengan secondary name server terletak dari bagaimana name server itu memperoleh datanya. Primary name server memperoleh data dari data yang tersimpan di harddisknya, sedangkan secondary name server memperoleh data dari data replika yang ia peroleh dari primary server name. Dengan demikian, untuk setiap perubahan data dalam DNS, kita cukup mengubah data pada primary name server-nya saja.

D. Sistem Hirarkis DNS

Sistem hirarki DNS dari hal diatas tentunya tidak mungkin di atur oleh satu server saja. Sistem hirarki DNS ini dipecah-pecah menjadi zona-zona. Sebuah zona meliputi seluruh host yang terdapat di dalam sebuah domain dan dapat berupa level domain yang mana saja. Di dalam sebuah jaringan, setiap zona harus memiliki name server sendiri. Name server inilah yang akan melayani penerjemahan dari IP ke nama host atau sebaliknya di zona yang bersangkutan. Jika pada suatu domain ingin dibentuk zona baru, maka kita dapat membuat sebuah primary name server yang akan mengarahkan setiap request mapping ke name server yang authoritative. Penggunaan lebih dari satu name server ini bertujuan untuk membagi beban kerja name server dan sebagai sistem backup name server.

Perbedaan antara primary name server dengan secondary name server terletak dari bagaimana name server itu memperoleh datanya. Primary name server memperoleh data dari data yang tersimpan di harddisknya, sedangkan secondary name server memperoleh data dari data replika yang ia peroleh dari primary server name. Dengan demikian, untuk setiap perubahan data dalam DNS, kita cukup mengubah data pada primary name server-nya saja.


STRUKTUR DAN PRINSIP KERJA DNS

A. Struktur DNS

Domain Name System merupakan sebuah hirarki pengelompokan domain berdasarkan nama, yang terbagi menjadi beberapa bagian diantaranya: Sebuah nama domain biasanya terdiri dari dua bagian atau lebih (secara teknis disebut label), dipisahkan dengan titik. Label paling kanan menyatakan top-level domain - domain tingkat atas/tinggi (misalkan, alamat www.bestcyber.blogspot.com memiliki top-level domain com).

Setiap label di sebelah kirinya menyatakan sebuah sub-divisi atau subdomain dari domain yang lebih tinggi. Catatan: "subdomain" menyatakan ketergantungan relatif, bukan absolut. Contoh: blogspot.com merupakan subdomain dari domain com, dan bestcyber.blogspot.com dapat membentuk subdomain dari domain blogspot.com (pada prakteknya, bestcyber.blospot.com sesungguhnya mewakili sebuah nama host - lihat dibawah). Secara teori, pembagian seperti ini dapat mencapai kedalaman 127 level, dan setiap label dapat terbentuk sampai dengan 63 karakter, selama total nama domain tidak melebihi panjang 255 karakter.

Tetapi secara praktek, beberapa pendaftar nama domain (domain name registry) memiliki batas yang lebih sedikit. Terakhir, bagian paling kiri dari bagian nama domain (biasanya) menyatakan nama host. Sisa dari nama domain menyatakan cara untuk membangun jalur logis untuk informasi yang dibutuhkan; nama host adalah tujuan sebenarnya dari nama sistem yang dicari alamat IP-nya. Contoh: nama domain www.bestcyber.blogspot.com memiliki nama host "www". DNS memiliki kumpulan hirarki dari DNS servers.

Setiap domain atau subdomain memiliki satu atau lebih authoritative DNS Servers (server DNS otorisatif) yang mempublikasikan informas tentang domain tersebut dan nama-nama server dari setiap domain di-"bawah"-nya. Pada puncak hirarki, terdapat root servers- induk server nama: server yang ditanyakan ketika mencari (menyelesaikan/resolving) dari sebuah nama domain tertinggi (top-level domain)..

B. Root-Level Domains

Domain ditentukan berdasarkan tingkatan kemampuan yang ada di struktur hirarki yang disebut dengan level. Level paling atas di hirarki disebut dengan root domain. Root domain di ekspresikan berdasarkan periode dimana lambang untuk root domain adalah (“.”).

C. Top Level Domain

Selain penjelasan diatas, pada bagian dibawah ini adalah contoh dari top-level domains: ƒ com Organisasi Komersial ƒ edu Institusi pendidikan atau universitas ƒ org Organisasi non-profit ƒ net Networks (backbone Internet) ƒ gov Organisasi pemerintah non militer ƒ mil Organisasi pemerintah militer ƒ num No telpon ƒ arpa Reverse DNS ƒ xx dua-huruf untuk kode negara (id:Indonesia, sg:singapura, au:australia,dll) Top-level domains dapat berisi second-level domains dan hosts.

D. Second-Level Domains

Second-level domains dapat berisi host dan domain lain, yang disebut dengan subdomain. Untuk contoh: Domain Bujangan, bujangan.com terdapat komputer (host) seperti server1.bujangan.com dan subdomain training.bujangan.com. Subdomain training.bujangan.com juga terdapat komputer (host) seperti client1.training.bujangan.com.

E. Host Names

Domain name yang digunakan dengan host name akan menciptakan fully qualified domain name (FQDN) untuk setiap komputer. Sebagai contoh, jika terdapat fileserver1.detik.com, dimana fileserver1 adalah host name dan detik.com adalah domain name.

F. Struktur Kerja DNS

Model kerja server DNS dapat digambarkan sebagai berikut :



DNS Bagian resolver adalah bagian dari program aplikasi yang berfungsi menjawab setiap pertanyaan tentang domain. Untuk menjawab pertanyaan, resolver dapat mencari jawabannya dengan memeriksa isi cache dan meneruskan pertanyaan ke server DNS atau bertanya langsung ke server DNS. Cache adalah bagian yang menyimpan pertanyaan-pertanyaan tentang domain yang pernah diajukan sebelumnya. Setiap aplikasi internet yang ingin menghubungi host lain pasti akan berinteraksi dengan server DNS melalui resolver.

Jika server DNS tidak memiliki jawaban dari pertanyaan domain (name server bukan authoritative name server dari domain yang ditanyakan), maka server DNS akan meneruskan pertanyaan tersebut ke name server yang dianggapnya lebih tahu. Proses pengalihan ke name server (NS) lain (proses name resolution) ni merupakan proses iteratif yang berlangsung hingga diperoleh alamat lengkap sebuah host.

Sebagai contoh jika ada user yang ingin menghubungi pandu.ee.ugm.ac.id, maka mula-mula NS akan menghubungi root server. Karena root server tidak memiliki informasi untuk host pandu.ee.ugm.ac.id, maka root server akan memberikan referensi kepada NS untuk menghubungi authoritative name server terdekat yaitu name server untuk domain id. Dari name server domain id , NS kembali memperoleh referensi untuk menghubungi name server domain ac. Proses ini terus berlangsung hingga NS memperoleh informasi lengkap tentang host pandu.ee.ugm.ac.id. Setiap request domain akan disimpan di dalam cache untuk jangka waktu tertentu.

Hal ini bertujuan untuk mempercepat proses name resolution. Sebagai contoh jika sebelumnya ada user yang me-request informasi untuk pandu.ee.ugm.ac.id, maka untuk user yang me-request fileserver.lapi.ugm.ac.id akan diarahkan ke name server yang memiliki korelasi terdekat dengan domain yang pernah di-request yang tersimpan di dalam cache, yaitu name server ugm.ac.id. Aplikasi user Resolver Server DNS Cache Flowchart dari Prinsip Kerja DNS adalah sebagai berikut :



Kelebihan DNS

1. Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address sebuah komputer, cukup host name.



2. Setelah itu silahkan masuk sebagai super-user dengan perintah (sudo -i / sudo su / su) contohnya seperti dibawah ini:

luxsmart@luxsmart:~$ sudo -i

3.  Silahkan update dulu sistem server anda.



4. Oke, setelah masuk super-user dan updating sistem server anda, silahkan eksekusi perintah berikut ini untuk menginstal DNS servernya (BIND).


5. File named.conf.options adalah file yang digunakan untuk Caching nameserver. Dimana jika kita konfigurasi file ini maka nanti DNS kita akan ter-cache atau server akan cepat untuk melakukan Query DNS kita.


Silahkan sesuaikan dengan konfigurasi file dibawah ini.


6. Lalukan restart service bind9.


7. Tambahkan IP Server DNS anda pada file resolv.conf

root@luxsmart:/# nano /etc/resolv.conf


8. Silahkan uji menggunakan perintah dig.

root@luxsmart:/# dig 172.29.5.200


Jika kita perhatikan perbedaan waktu (Query time) dari pertama 16 msec menjadi 10 msec. Itulah gunanya kita konfigurasi file named.conf.options
Fungsi DNS

Fungsi dari DNS adalah menerjemahkan nama komputer ke IP address (memetakan nama komputer menjadi IP address).

Kekurangan DNS

1. User tidak dapat menggunakan nama banyak untuk mencari nama domain baik di internet maupun di intranet.


MASTER DNS

Informasi Server:
Domain : luxsmart.org
Server IP : 172.29.5.200
Hostname : ns1.luxsmart.org

(NB: Sesuaikan Domain, Server IP, Hostname dengan server anda sendiri. Untuk mengubah Hostname silahkan ubah pada file /etc/hostname dan /etc/hosts, kemudian lakukan restart hostname)

PERHATIAN !!!
Untuk melakukan konfigurasi DNS kita harus membuat dua (2) file Zone, yaitu Forward Zone & Reverse Zone.

Forward Zone
a. Buat file db.luxsmart.org dengan mengcopy dari db.local




b. Edit file db.luxsmart.org





(NB: Edit-nya disesuaikan dengan server anda masing-masing)

Reverse Zone
a. Buat file db.172 dengan mengcopy dari file db.127



b. Edit file db.172




(NB: Edit-nya disesuaikan dengan server anda masing-masing)

10. Buka file /etc/bind/named.conf.local



 Tulis dari //Forward zone sampai //Reverse Zone



11. Restart service bind9



12. Lakukan pengecekan konfigurasi dengan perintah nslookup 172.29.5.200 / nslookup www.luxsmart.org



13. Konfigurasi sudah selesai, silahkan cek pada client anda. Silahkan lakukan nslookup dari client anda. Apabila bisa resolv dengan IP atau Domain server anda maka konfigurasi berhasil.



Troubleshooting : apabila belum resolv dengan Domain anda silahkan coba isi pengaturan Network IPv4 pada komputer client dan buat DNS Server manual, diisi dengan IP Server anda.





Ya, kurang lebih seperti itu. Terima kasih mau berkunjung ke blog saya semoga betah membacanya
sekian.


Wassalamu'alaikum Wr Wb ....



#SMK Bandung Selatan


Monday, December 5, 2016

Cara Installasi FTP Server dan Client

Assalamu'alaikum?

Di postingan sebelumnya saya mengetik artikel tentang konsep sebuah FTP nah kali ini saya mengetikkan langkah - langkah atau cara installasi FTP Server dan Client. Langsung saja ok.

A. Instalasi server FTP

Untuk dapat sebuah FTP Server sederhana dapat dilakukan dengan langkahlangkah
berikut.

1. Install paket ftp di debian dengan mengetikan perintah berikut. (cd paket
Debian harus dimount dahulu)
apt-get install proftpd.

2. Kemudian saat instalasi berjalan, anda diminta untuk menjalankan
services proftpd sebagai services dari instd atau standalone. Pilihan
“from inetd” digunakan jika traffic jaringan tidak terlalu tinggi. Sedangkan
pilihan standalone digunakan untuk keadaan jaringan yang tinggi.




3. Bila sudah tekan enter. Tunggu sampai proses instalasi selesai.




4. Untuk mencoba hasil instalasi, buka browser pada clinet akses ke alamat
ftp://ip_address_server/. Bilamana muncul permintaan login maka dapat
disimpulkan bahwa instalasi sukses.




5. Isi username dan password pada form login. maka anda dapat
mengakses direktory home milik username yang login ke ftp.




6. Sekarang masuklah kita ke konfigurasi ftp server. Edit pengaturan ftp
dengan perintah berikut ini.

nano /etc/proftpd/proftpd.conf
7. Setelah masuk ke pengaturan ftp lakukan beberapa contoh konfigurasi
berikut.

# DefaultRoot ~
Hilangkan tanda # didepannya untuk menghilangkan link up to
parent directory demi keamanan server. Hal berikut ini dilakukan
untuk tidak membebani server dan memberikan klien lain
kesempatan mengakses server yaitu klien tertentu yang dalam
kondisi tidak mentransfer, stalled atau idle dibatasi dalam waktu
tertentu sehingga klien lain mendapat kesempatan akses ke
server.
TimeoutNoTransfer 600
ganti menjadi TimeoutNoTransfer 60 (dalam satuan detik 600 = 10
menit).
TimeoutStalled 600
ganti menjadi TimeoutStalled 60.
TimeoutIdle 1200 ganti menjadi TimeoutIdle 120 Anda dapat mengubah
ServerName menjadi nama yang diinginkan dengan mengganti
seperti ini.
ServerName "Debian"
contoh ganti menjadi ServerName "Server SMK2013"

8. Untuk ftp yang dapat diakses semua orang tanpa menggunakan
username dan password, maka ftp dapat dibuat anonymous (tanpa login).
dapat diatur dengan menghilangkan tanda # seperti gambar berikut.





9. Setelah semua konfigurasi dilakukan simpan dengan menekan tombol
"CTRL+O" dan keluar "CTRL+X".
10. Restart service ftp server dengan perintah berikut.
/etc/init.d/proftpd restart

11. Untuk mengganti direktory ftp untuk anonymous, maka ganti direktory
home milik anonymous. cari dahulu username anonymous pada file
/etc/proftpd/proftpd.conf pada baris anonymous tadi.



12. Untuk mengganti direktory homenya gunakan perintah berikut.
usermod -d /var/www ftp
'/var/www' : lokasi direktory; 'ftp' : username

13. Untuk melihat status username tentang home direktorynya gunakan
syntax berikut ini.
cat /etc/passwd

14. Maka terlihat bahwa home direktory untuk ftp(anonymous) mengikuti
pada pengaturan tadi.




15. Cek hasil konfigurasi dibrowser klien.


Akses ftp server tanpa mengisi username dan password di browser Klien

16. Dan akan terlihat hasil konfigurasi yang diharapkan.






B. Instalasi klien FTP

Untuk dapat berinteraksi aktif klien FTP harus diinstal aplikasi klien FTP,
sehingga klien dapat secara aktif melakukan pengunduhan maupun
pengunggahan file-file ke server FTP. Salah satu perangkat lunak klien FTP
bebas adalah filezilla. Berikut cara instalasi dan cara mengupload data ke ftp
server.

1. Setelah mendapatkan filezilla dan tersimpan pada folder, Klik dua kali
pada setup filezilla




2. Klik next untuk memulai instalasi.

3. Klik I agree untuk menyetujui tentang lisensi GNU untuk software ini.




4. Pilih anyone who uses this computer(all users) yaitu semua user akun di
komputer ini dapat menggunakan software ini atau Only for me yaitu
software ini hanya dapat digunakan pada user yang menginstallnya. klik
next bila sudah memilih salah satunya.





5. Checklist pada component yang diperlukan untuk diinstall. klik next untuk
melanjutkan instalasi.




6. Tentukan folder tujuan instalasi.lalu klik next.





7. Biarkan secara default membuat shortcut pada menu start. Klik install
untuk memulai menginstalasi.




8. Tunggu sampai proses instalasi selesai.





9. Bila sudah selesai klik finish.





10. Kemudian muncul jendela aplikasi filezilla.




11. Untuk memulai mengunggah, mengunduh dan sebagainya menggunakan
filezilla, isikan host, username, password dan port kemudian klik
Quickconnect.(sebaiknya gunakan username selain anonymous karena hak yang diberikan kepada anonymous hanya dapat read only, tidak
dapat melakukan upload atau edit data. hal tersebut dilakukan demi
keamanan data server)





12. Setelah melakukan login berhasil, cari file yang ingin diunggah pada
kolom kiri tengah dan direktory tujuannya pada kolom kanan tengah.





13. Klik kanan file --> upload. tunggu sampai proses unggah selesai. setelah
itu tampak file sudah berada pada kolom kanan.





14. Cek melalui browser klien tersebut dan cari dimana letak file tersebut.




15. Dan file yang diunggah dapat diakses maupun diunduh dengan catatan
bila direktory file yang diunggah menggunakan diretory home username
yang digunakan upload di filezilla, pada browser log in menggunakan
username tadi. Untuk menghilangkan akses anonymous, ganti home
direktory anonymous dengan syntax berikut pada server debian 6.

usermod -d lokasi direktory_pada_home_user_lain ftp
Agar akses anonymous tidak berlaku karena menggunakan
direktory pada direktory home user lain.


Nah, cukup sekian dan terimakasih mau membaca semoga bermanfaat. Mungkin kita akan berjumpa di postingan atau blog berikutnya...

Wassalamu'alaikum Wr Wb ?





#SMK Bandung Selatan



FTP ( File Transfer Protocol )

  Assalamu'alaikum ?, 

Baiklah berjumpa lagi dengan saya Fajar Kristiyan, di sini saya akan megetikkan artikel atau blog guna kepentingan tugas sekolah yaitu tugas pelajaran produktif TKJ dan supaya tambah - tambah nilai, udah segitu saja basa - basinya kita langsung aja ke judulnya yaitu Konsep FTP yang akan ada tulisannya dibawah ini :


 1) Konsep Protokol Pengiriman File (FTP)

Protokol pengiriman file atau biasa disebut FTP, File Transfer Protocol, adalah
sebuah protokol klien-server yang memungkinkan seorang pemakai untuk
mengirim atau menerima file dari dan ke sebuah tempat/mesin dalam jaringan. Ia
bekerja menurut aturan transport TCP dan sangat banyak digunakan dalam
jaringan internet. Meskipun demikian juga dapat digunakan pada jaringan lokal,
LAN.

Standar yang mendefinisikan FTP mendekripsikan bahwa semua operasi yang
menggunakan sebuah alat operasi sederhana yang disebut model FTP. Model
FTP mendefinisikan tugas-tugas dari peralatan yang berpartisipasi dalam sebuah
perpindahan file, dan dua kanal komunikasi yang terbentuk diantaranya. Serta
komponen-komponen FTP yang mengatur kedua kanal dan definisi terminologi
yang digunakan untuk komponen-komponen tersebut.

Karena termasuk sebagai protokol klien-server, klien FTP disebut sebagai user,
hal ini karena para pengguna FTP menjalankan FTP melalui sebuah mesin klien.
Serangkaian operasi perangkat lunak FTP dalam sebuah mesin disebut sebagai
proses. Perangkat lunak FTP yang berjalan dalam sebuah server disebut proses
server FTP sedangkan yang berjalan di klien disebut proses klien FTP.

a) Kontrol koneksi FTP dan koneksi data

Konsep kritis dalam memahami FTP adalah bahwa seperti kebanyakan protokol
lain yang menggunakan protokol transport TCP, ia tidak hanya menggunakan
satu koneksi TCP melainkan menggunakan dua koneksi. Model FTP dirancang
memerlukan dua kanal logik komunikasi antara proses server dan klien FTP:

- Kontrol koneksi, Ini merupakan koneksi logikal TCP yang dibuat ketika
sebuah sesi FTP diadakan. Ia memelihara throughput selama sesi FTP
dan digunakan hanya untuk melakukan pertukaran informasi control,
seperti perintah FTP dan jawabannya. Ia tidak digunakan untuk mengirim
file-file.

- Koneksi data, Setiap saat ketika data dikirimkan dari server ke klien atau
sebaliknya, sebuah koneksi data TCP nyata dibangun di antara mereka.
Data dikirimkan melalui koneksi data tersebut. Saat pengiriman file
selesai, koneksi data ini dihentikan.

Alasan untuk menggunakan kanal-kanal yang berbeda ini adalah agar
didapatkan keleluasaan bagaimana protokol FTP ini digunakan.
Karena fungsi kontrol dan data dikomunikasikan melalui kanal yang berbeda,
model FTP membagi perangkat lunak pada tiap peralatan menjadi dua
komponen logikal protokol yang bertugas untuk masing-masing kanal. Protocol
interpreter (PI) adalah bagian dari perangkat lunak yang mengatur koneksi
berkaitan dengan pengiriman dan penerimaan perintah berikut jawabannya. 
Data transfer process (DTP) bertanggung jawab terhadap pengiriman dan penerimaan data antara klien dan server.

Sebagai tambahan pada dua elemen di atas, pada proses FTP user ditambahkan komponen ketiga yakni antar muka user untuk berinteraksi dengan user FTP sebagai manusia, ia tidak ditambahkan pada sisi server. Sehingga terdapat dua komponen proses FTP server dan tiga komponen proses FTP user pada keseluruhan proses FTP. Untuk lebih jelas perhatikan gambar 1.1, beserta penjelasan fungsi masing-masing elemen berikut ini. 





b) Komponen-komponen proses FTP dan terminologi

Komponen-komponen proses FTP server
Proses FTP server terdiri dari dua elemen protokol:

- Server Protocol Interpreter (Server-PI): Juru bahasa/penghubung
protocol yang bertanggung jawab untuk mengatur control koneksi pada
server. Ia mendengarkan pada port khusus untuk FTP (port 21) untuk
permintaan sambungan FTP yang masuk dari user (klien). Saat sebuah
sambungan terjadi, ia menerima perintah dari User-PI, mengirim jawaban
kembali dan mengelola proses transfer data server.

- Server Data Transfer Process (Server-DTP): DTP pada sisi server
digunakan untuk mengirim atau menerima data dari atau ke User-DTP
(biasanya port 20). Server-DTP mungkin tidak hanya membangun sebuah
koneksi data atau mendengarkan suatu koneksi data yang dating dari
user. Ia juga berinteraksi dengan file system server local untuk menulis
dan membaca file-file.
Komponen-komponen proses FTP user Proses FTP user terdiri dari tiga elemen protokol:

- User Protocol Interpreter (User-PI): Juru bahasa/penghubung protokol
yang bertanggung jawab untuk mengatur kontrol koneksi pada klien. Ia
menginisiasi sesi FTP dengan mengirimkan permintaan ke Server-PI.
Saat sebuah sambungan terjadi, ia memroses perintah dari User-PI,
mengirimkannya ke Server-PI dan menerima jawaban-jawaban kembali’
Ia juga mengelola proses transfer data user.

- User Data Transfer Process (User-DTP): DTP pada sisi user digunakan
untuk mengirim atau menerima data dari atau ke Server-DTP. User-DTP
mungkin tidak hanya membangun sebuah koneksi data atau
mendengarkan suatu koneksi data yang dating dari server. Ia juga
berinteraksi dengan file system komponen-komponen local klien.

- User Interface: Antar muka user menyediakan antar muka FTP yang
lebih “friendly” untuk pengguna manusia. Ia memungkinkan penggunaan
perintah fungsi FTP yang berorientasi pada pengguna ketimbang perintah
internal FTP kriptik, dan juga memungkinkan untuk menyampaikan pada
pengguna hasil dan informasi sesi FTP yang dilakukannya.


   2) Aplikasi Penggunaan Protokol FTP

a) Macam-macam koneksi

Seperti halnya sebagian besar hubungan klien-server lainnya, mesin klien
membuka koneksi ke server pada port tertentu dan server kemudian merespon
klien pada port tersebut. Ketika sebuah klien FTP terhubung ke server FTP
membuka koneksi ke port kontrol FTP 21. Kemudian klien memberitahu server
FTP apakah akan membangun koneksi aktif atau pasif. Jenis koneksi yang dipilih
oleh klien menentukan bagaimana server merespon dan transaksi port akan
terjadi.

Dua jenis koneksi data:

# Koneksi Aktif




Ketika sambungan aktif dijalankan, klien dari port tinggi mengirim permintaan ke
port 21 pada server. Kemudian server membuka sambungan data ke klien dari
port 20 ke range port tinggi pada mesin klien. Semua data yang diminta dari
server kemudian dilewatkan melalui koneksi ini.



# Koneksi pasif




Ketika sambungan pasif (PASV) dijalankan, klien dari port tinggi mengirim ke port
21 pada server, klien meminta server FTP untuk membentuk koneksi port pasif,yang dapat dilaksanakan pada port yang lebih tinggi dari 10.000. Server
kemudian mengikat ke port nomor tinggi untuk sesi khusus ini dan menyerahkan
nomor port kembali ke klien. Klien kemudian membuka port baru yang telah
disetujui untuk koneksi data. Setiap data meminta klien untuk membuat hasil
dalam koneksi data terpisah. Kebanyakan klien FTP modern mencoba untuk
membuat sambungan pasif ketika meminta data dari server.

b) Pada sisi user



FTP merupakan cara paling umum untuk melakukan proses pemindahan file-file
dari sebuah FTP server ke komputer pengguna, misalnya untuk mengunduh file
dokumen, gambar, program maupun file-file image DVD installer Linux. Juga
dapat melakukan pemindahan file-file dari komputer pengguna ke server
misalnya untuk keperluan hosting web pengguna. 

FTP merupakan cara paling umum untuk melakukan proses pemindahan file-file
dari sebuah FTP server ke komputer pengguna, misalnya untuk mengunduh file
dokumen, gambar, program maupun file-file image DVD installer Linux. Juga
dapat melakukan pemindahan file-file dari komputer pengguna ke server
misalnya untuk keperluan hosting web pengguna.

Jika hanya memerlukan untuk mengunduh file-file dari situs internet dapat pula
dilakukan dengan menggunakan aplikasi browser sebagai antar muka pengguna
seperti dicontohkan pada Gambar 1.4. Aplikasi penggunaan protokol FTP di sisi
user/pengguna dilakukan dengan menggunakan antar muka pengguna FTP klien untuk dapat memindah sejumlah file yang besar atau folder dengan lebih mudah
dan efisien.

Sistem operasi yang saat ini banyak digunakan biasanya sudah dilengkapi
dengan aplikasi FTP clent yang berbasis teks. Seperti ditunjukkan pada Gambar
1.5 di bawah ini adalah aplikasi FTP clent berbasis teks command DOS pada

system operasi Windows.




Perintah untuk memulai aplikasi FTP klien adalah dengan mengetik C:> ftp
maka prompt akan berubah menjadi ftp> jika ingin menghubungi server
192.168.0.2 dilakukan dengan mengetikkan ftp>open 192.168.0.2.
Sebelum terjadi koneksi kita akan diminta menuliskan username dan password,
sebagai user kebanyakan maka kita isikan username User
<192.168.0.2:<none>>: anonymous kemudian Password:
bambang@gmail.com (alamat email dan tidak terbaca waktu diketikkan). Jika
berhasil maka server akan menjawab 230 Logged on lalu muncul prompt ftp>
berarti saat itu kita sudah terkoneksi dengan Server FTP 192.168.0.2.
Selanjutnya kita bisa melakukan aplikasi kirim terima file. Langkah memulai
aplikasi FTP klien pada DOS (gambar 3) sama dengan yang dapat dilakukan
pada terminal UNIX/Linux.
Terdapat banyak sekali aplikasi antar muka dari pihak ketiga (3rd party software)
FTP klien tidak berbayar yang dapat diunduh dari situs-situs internet yang dapat diinstal pada system operasi komputer. 

Salah satunya adalah Filezilla (Gambar
1.6) yang mampu berjalan di atas system operasi Windows, Linux maupun Mac
berbasis grafis dan dapat diunduh dari URL http://filezilla-project.org/
download.php. Antar muka FTP klien yang lain misalnya: WinFTP, FireFTP,
FTPExplorer, CyberDuck, CuteFTP, dan masih banyak lagi yang gratis maupun
berbayar.Pada kebanyakan aplikasi antar muka FTP klien ditampilkan dengan
bentuk grafis dan menampilkan proses koneksi data, direktori server FTP dan

direktori komputer lokal.




Pada saat akan dimulai proses koneksi pengguna diwajibkan untuk masuk
menggunakan username, untuk pengguna umum biasanya masuk dengan
anonymous, lalu harus mengisikan password, biasanya berupa alamat email. Hal
tersebut merupakan proses yang terjadi pada kanal port 21 kontrol koneksi
aplikasi FTP. Setelah tersambung, baru dapat melakukan koneksi data, yakni proses kirim terima data pada kanal port yang lain. Karena proses kerja protokol
FTP menggunakan dua kanal/port TCP.


c) Pada sisi Server

FTP server adalah suatu server yang menjalankan piranti lunak/software yang
berfungsi untuk memberikan layanan tukar menukar file sehingga server tersebut
selalu siap memberikan layanan FTP apabila mendapat permintaan (request)
dari FTP klien. Port standar yang digunakan oleh Server FTP adalah 21. Ketika
user mencoba untuk log in, server FTP menggunakan standar system panggilan
untuk memeriksa username dan password dengan membandingkan yang ada
pada file password system. Jika berhasil login dengan benar user diberi akses
untuk masuk ke Server FTP, maka user/klien dapat men-mengunduh,
mengunggah, mengganti nama file, menghapus file, dll sesuai dengan ijin/
permission yang diberikan oleh FTP server.
Tujuan dari FTP server adalah sebagai berikut :

• Untuk tujuan sharing data, menyediakan indirect atau implicit remote
computer
• Untuk menyediakan tempat penyimpanan bagi user
• Untuk menyediakan transfer data yang reliable dan efisien

Berbeda dengan antar muka FTP klien yang telah disediakan oleh system
operasi kebanyakan dewasa ini, piranti lunak Server FTP harus diinstal dan
dikonfigurasi sendiri. Kebanyakan piranti lunak Server FTP bisa didapatkan
dengan gratis, mereka biasanya dibuat khusus untuk masing-masing platform
system operasi. Demikian juga platform windows, system operasi tidak
menyertakan aplikasi Server FTP di dalamnya, kita bisa mengaplikasikan server
FTP di windows server dengan menginstal melalui menu Add Remove Program,
Application Server, IIS (Internet Information Services) pada pilihan FTP Services.

Sistem windows server akan menggunakan CD/DVD installer untuk melakukan
instalasi server FTP hingga selesai dan server FTP siap untuk digunakan.

Piranti lunak aplikasi FTP server dari pihak ke-3 seperti Filezilla Server yang
berbasis grafis juga dapat dinstal dan dioperasikan pada platform windows seperti pada gambar di bawah ini :




Untuk platform SO Linux/UNIX server FTP standar / tradisional sudah disertakan
di dalamnya yakni dapat dieksekusi melalui inetd (daemon superserver internet). 



c. Rangkuman
# File Transfer Protocol (FTP) adalah suatu protokol yang berfungsi untuk
tukar-menukar file dalam suatu jaringan yang menggunakan koneksi TCP
bukan UDP.

# Terdapat dua koneksi TCP pada saat aplikasi FTP dilakukan, yakni koneksi
kontrol pada port 21 dan koneksi data pada port 20 untuk koneksi aktif atau
port tinggi pada koneksi pasif.

# Pada sisi klien atau pengguna ditambahkan satu antar muka untuk
mempermudah pengguna, dalam bentuk perintah baris (command line)
ataupun dalam bentuk grafis.

# Port standar yang digunakan oleh Server FTP adalah 21. Ketika user
mencoba untuk log in, server FTP menggunakan sistem standar panggilan
untuk memeriksa username dan password dengan membandingkan yang
ada pada file sistem password. Sembarang pengguna dapat masuk
sebagai pengguna anonymous dengan password alamat email.


Sekian lumayan banyak dan buat bete yang ngebaca, nggak papa yang penting dapat nilai sampai jumpa di blog berikutnya kalo nggak salah judulnya DNS gitu?, ya itulah selamat membaca postingan berikutnya.

Wassalamu'alaikum Wr Wb ?




#SMK Bandung Selatan