Showing posts with label redhat. Show all posts
Showing posts with label redhat. Show all posts

Tuesday, December 6, 2016

DNS ( Domain Name System ) dan Cara Installnya

Assalamu'alaikum?

Berjumpa lagi bersama saya pengetik postingan ini yang mengambil sumber dari pdf orang lain kemudian di ketik ulang di sini, makasih ya buat orang yang telah membuatnya ngebantu saya nih.

Oke saya di sini akan mengetikkan sebuah postingan tentang DNS dan cara installasinya, langsung saja baca di bawah ini.

A. Sejarah

DNS Sebelum dipergunakannya DNS, jaringan komputer menggunakan HOSTS files yang berisi informasi dari nama komputer dan IP address-nya. Di Internet, file ini dikelola secara terpusat dan di setiap loaksi harus di copy versi terbaru dari HOSTS files, dari sini bisa dibayangkan betapa repotnya jika ada penambahan 1 komputer di jaringan, maka kita harus copy versi terbaru file ini ke setiap lokasi.

Dengan makin meluasnya jaringan internet, hal ini makin merepotkan, akhirnya dibuatkan sebuah solusi dimana DNS di desain menggantikan fungsi HOSTS files, dengan kelebihan unlimited database size, dan performace yang baik. DNS adalah sebuah aplikasi services di Internet yang menerjemahkan sebuah domain name ke IP address. Sebagai contoh, www untuk penggunaan di Internet, lalu diketikan nama domain, misalnya: yahoo.com maka akan di petakan ke sebuah IP mis 202.68.0.134. Jadi DNS dapat di analogikan pada pemakaian buku telepon, dimana orang yang kita kenal berdasarkan nama untuk menghubunginya kita harus memutar nomor telepon di pesawat telepon. Sama persis, host komputer mengirimkan queries berupa nama komputer dan domain name server ke DNS, lalu oleh DNS dipetakan ke IP address.

B. Domain Name System (DNS)

Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).

DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address. Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau intranet dimana DNS memiliki keunggulan seperti:

1) Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address sebuah komputer cukup host name (nama Komputer).

2) Konsisten, IP address sebuah komputer bisa berubah tapi host name tidak berubah.

3) Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet maupun di Intranet. C. Prinsip Kerja Pendelegasian Domain Sistem database yang digunakan DNS adalah sistem hirarki. Sistem ini dipilih karena sistem ini cocok digunakan untuk sistem terdistribusi, konsisten untuk setiap host, dan updateable.

Sistem ini digambarkan sebagai sebuah tree yang memiliki beberapa cabang. Cabang-cabang ini mewakili domain, dan dapat berupa host, subdomain, ataupun top level domain, yang digambarkan sebagai berikut:





Domain teratas adalah root. Domain ini diwakili oleh titik. Selanjutnya, domain yang terletak tepat di bawah root disebut top level domain. Beberapa contoh top level domain ini antara lain com, edu, gov, dan lain-lain. Turunan dari top level domain disebut subdomain. Domain yang terletak setelah top level domain adalah second level domain, dan domain yang berada di bawah second level domain disebut third level domain, begitu seterusnya.

Pembentukan dan pembacaannya dimulai dari node yang paling bawah berurut dari node yang paling bawah hingga node yang paling atas (root). Sebagai contoh untuk nama host pandu.ee.ugm.ac.id. kita dapat menguraikan domainnya menjadi : . merupakan root domain, id merupakan top level domain, ac merupakan second level domain, ugm merupakan third level domain, ee merupakan fourth level domain, pandu merupakan fifth level domain yang menunjukkan nama host.

Dari contoh di atas kita dapat mengetahui aturan penulisan nama host, yaitu dimulai dari kiri ke kanan untuk node yang paling bawah hingga node yang paling atas, dan setiap domain dipisahkan dengan titik. Seperti yang telah disampaikan sebelumnya bahwa selain berfungsi untuk mapping alamat IP ke nama host, DNS juga berfungsi sebaliknya, yaitu reverse mapping dari nama host ke alamat IP.

Masalah aturan mapping dan reverse mapping ini akan dibahas pada bagian konfigurasi zone. root arpa ac.id edu com ugm ui ee if pandu …… …… …… Sistem hirarki DNS di atas tentunya tidak mungkin di atur oleh satu server saja. Sistem hirarki DNS ini dipecah-pecah menjadi zona-zona. Sebuah zona meliputi seluruh host yang terdapat di dalam sebuah domain dan dapat berupa level domain yang mana saja.

Di dalam sebuah jaringan, setiap zona harus memiliki name server sendiri. Name server inilah yang akan melayani penerjemahan dari IP ke nama host atau sebaliknya di zona yang bersangkutan. Jika pada suatu domain ingin dibentuk zona baru, maka kita dapat membuat sebuah primary name server yang akan mengarahkan setiap request mapping ke name server yang authoritative. Penggunaan lebih dari satu name server ini bertujuan untuk membagi beban kerja name server dan sebagai sistem backup name server.

Perbedaan antara primary name server dengan secondary name server terletak dari bagaimana name server itu memperoleh datanya. Primary name server memperoleh data dari data yang tersimpan di harddisknya, sedangkan secondary name server memperoleh data dari data replika yang ia peroleh dari primary server name. Dengan demikian, untuk setiap perubahan data dalam DNS, kita cukup mengubah data pada primary name server-nya saja.

D. Sistem Hirarkis DNS

Sistem hirarki DNS dari hal diatas tentunya tidak mungkin di atur oleh satu server saja. Sistem hirarki DNS ini dipecah-pecah menjadi zona-zona. Sebuah zona meliputi seluruh host yang terdapat di dalam sebuah domain dan dapat berupa level domain yang mana saja. Di dalam sebuah jaringan, setiap zona harus memiliki name server sendiri. Name server inilah yang akan melayani penerjemahan dari IP ke nama host atau sebaliknya di zona yang bersangkutan. Jika pada suatu domain ingin dibentuk zona baru, maka kita dapat membuat sebuah primary name server yang akan mengarahkan setiap request mapping ke name server yang authoritative. Penggunaan lebih dari satu name server ini bertujuan untuk membagi beban kerja name server dan sebagai sistem backup name server.

Perbedaan antara primary name server dengan secondary name server terletak dari bagaimana name server itu memperoleh datanya. Primary name server memperoleh data dari data yang tersimpan di harddisknya, sedangkan secondary name server memperoleh data dari data replika yang ia peroleh dari primary server name. Dengan demikian, untuk setiap perubahan data dalam DNS, kita cukup mengubah data pada primary name server-nya saja.


STRUKTUR DAN PRINSIP KERJA DNS

A. Struktur DNS

Domain Name System merupakan sebuah hirarki pengelompokan domain berdasarkan nama, yang terbagi menjadi beberapa bagian diantaranya: Sebuah nama domain biasanya terdiri dari dua bagian atau lebih (secara teknis disebut label), dipisahkan dengan titik. Label paling kanan menyatakan top-level domain - domain tingkat atas/tinggi (misalkan, alamat www.bestcyber.blogspot.com memiliki top-level domain com).

Setiap label di sebelah kirinya menyatakan sebuah sub-divisi atau subdomain dari domain yang lebih tinggi. Catatan: "subdomain" menyatakan ketergantungan relatif, bukan absolut. Contoh: blogspot.com merupakan subdomain dari domain com, dan bestcyber.blogspot.com dapat membentuk subdomain dari domain blogspot.com (pada prakteknya, bestcyber.blospot.com sesungguhnya mewakili sebuah nama host - lihat dibawah). Secara teori, pembagian seperti ini dapat mencapai kedalaman 127 level, dan setiap label dapat terbentuk sampai dengan 63 karakter, selama total nama domain tidak melebihi panjang 255 karakter.

Tetapi secara praktek, beberapa pendaftar nama domain (domain name registry) memiliki batas yang lebih sedikit. Terakhir, bagian paling kiri dari bagian nama domain (biasanya) menyatakan nama host. Sisa dari nama domain menyatakan cara untuk membangun jalur logis untuk informasi yang dibutuhkan; nama host adalah tujuan sebenarnya dari nama sistem yang dicari alamat IP-nya. Contoh: nama domain www.bestcyber.blogspot.com memiliki nama host "www". DNS memiliki kumpulan hirarki dari DNS servers.

Setiap domain atau subdomain memiliki satu atau lebih authoritative DNS Servers (server DNS otorisatif) yang mempublikasikan informas tentang domain tersebut dan nama-nama server dari setiap domain di-"bawah"-nya. Pada puncak hirarki, terdapat root servers- induk server nama: server yang ditanyakan ketika mencari (menyelesaikan/resolving) dari sebuah nama domain tertinggi (top-level domain)..

B. Root-Level Domains

Domain ditentukan berdasarkan tingkatan kemampuan yang ada di struktur hirarki yang disebut dengan level. Level paling atas di hirarki disebut dengan root domain. Root domain di ekspresikan berdasarkan periode dimana lambang untuk root domain adalah (“.”).

C. Top Level Domain

Selain penjelasan diatas, pada bagian dibawah ini adalah contoh dari top-level domains: ƒ com Organisasi Komersial ƒ edu Institusi pendidikan atau universitas ƒ org Organisasi non-profit ƒ net Networks (backbone Internet) ƒ gov Organisasi pemerintah non militer ƒ mil Organisasi pemerintah militer ƒ num No telpon ƒ arpa Reverse DNS ƒ xx dua-huruf untuk kode negara (id:Indonesia, sg:singapura, au:australia,dll) Top-level domains dapat berisi second-level domains dan hosts.

D. Second-Level Domains

Second-level domains dapat berisi host dan domain lain, yang disebut dengan subdomain. Untuk contoh: Domain Bujangan, bujangan.com terdapat komputer (host) seperti server1.bujangan.com dan subdomain training.bujangan.com. Subdomain training.bujangan.com juga terdapat komputer (host) seperti client1.training.bujangan.com.

E. Host Names

Domain name yang digunakan dengan host name akan menciptakan fully qualified domain name (FQDN) untuk setiap komputer. Sebagai contoh, jika terdapat fileserver1.detik.com, dimana fileserver1 adalah host name dan detik.com adalah domain name.

F. Struktur Kerja DNS

Model kerja server DNS dapat digambarkan sebagai berikut :



DNS Bagian resolver adalah bagian dari program aplikasi yang berfungsi menjawab setiap pertanyaan tentang domain. Untuk menjawab pertanyaan, resolver dapat mencari jawabannya dengan memeriksa isi cache dan meneruskan pertanyaan ke server DNS atau bertanya langsung ke server DNS. Cache adalah bagian yang menyimpan pertanyaan-pertanyaan tentang domain yang pernah diajukan sebelumnya. Setiap aplikasi internet yang ingin menghubungi host lain pasti akan berinteraksi dengan server DNS melalui resolver.

Jika server DNS tidak memiliki jawaban dari pertanyaan domain (name server bukan authoritative name server dari domain yang ditanyakan), maka server DNS akan meneruskan pertanyaan tersebut ke name server yang dianggapnya lebih tahu. Proses pengalihan ke name server (NS) lain (proses name resolution) ni merupakan proses iteratif yang berlangsung hingga diperoleh alamat lengkap sebuah host.

Sebagai contoh jika ada user yang ingin menghubungi pandu.ee.ugm.ac.id, maka mula-mula NS akan menghubungi root server. Karena root server tidak memiliki informasi untuk host pandu.ee.ugm.ac.id, maka root server akan memberikan referensi kepada NS untuk menghubungi authoritative name server terdekat yaitu name server untuk domain id. Dari name server domain id , NS kembali memperoleh referensi untuk menghubungi name server domain ac. Proses ini terus berlangsung hingga NS memperoleh informasi lengkap tentang host pandu.ee.ugm.ac.id. Setiap request domain akan disimpan di dalam cache untuk jangka waktu tertentu.

Hal ini bertujuan untuk mempercepat proses name resolution. Sebagai contoh jika sebelumnya ada user yang me-request informasi untuk pandu.ee.ugm.ac.id, maka untuk user yang me-request fileserver.lapi.ugm.ac.id akan diarahkan ke name server yang memiliki korelasi terdekat dengan domain yang pernah di-request yang tersimpan di dalam cache, yaitu name server ugm.ac.id. Aplikasi user Resolver Server DNS Cache Flowchart dari Prinsip Kerja DNS adalah sebagai berikut :



Kelebihan DNS

1. Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address sebuah komputer, cukup host name.



2. Setelah itu silahkan masuk sebagai super-user dengan perintah (sudo -i / sudo su / su) contohnya seperti dibawah ini:

luxsmart@luxsmart:~$ sudo -i

3.  Silahkan update dulu sistem server anda.



4. Oke, setelah masuk super-user dan updating sistem server anda, silahkan eksekusi perintah berikut ini untuk menginstal DNS servernya (BIND).


5. File named.conf.options adalah file yang digunakan untuk Caching nameserver. Dimana jika kita konfigurasi file ini maka nanti DNS kita akan ter-cache atau server akan cepat untuk melakukan Query DNS kita.


Silahkan sesuaikan dengan konfigurasi file dibawah ini.


6. Lalukan restart service bind9.


7. Tambahkan IP Server DNS anda pada file resolv.conf

root@luxsmart:/# nano /etc/resolv.conf


8. Silahkan uji menggunakan perintah dig.

root@luxsmart:/# dig 172.29.5.200


Jika kita perhatikan perbedaan waktu (Query time) dari pertama 16 msec menjadi 10 msec. Itulah gunanya kita konfigurasi file named.conf.options
Fungsi DNS

Fungsi dari DNS adalah menerjemahkan nama komputer ke IP address (memetakan nama komputer menjadi IP address).

Kekurangan DNS

1. User tidak dapat menggunakan nama banyak untuk mencari nama domain baik di internet maupun di intranet.


MASTER DNS

Informasi Server:
Domain : luxsmart.org
Server IP : 172.29.5.200
Hostname : ns1.luxsmart.org

(NB: Sesuaikan Domain, Server IP, Hostname dengan server anda sendiri. Untuk mengubah Hostname silahkan ubah pada file /etc/hostname dan /etc/hosts, kemudian lakukan restart hostname)

PERHATIAN !!!
Untuk melakukan konfigurasi DNS kita harus membuat dua (2) file Zone, yaitu Forward Zone & Reverse Zone.

Forward Zone
a. Buat file db.luxsmart.org dengan mengcopy dari db.local




b. Edit file db.luxsmart.org





(NB: Edit-nya disesuaikan dengan server anda masing-masing)

Reverse Zone
a. Buat file db.172 dengan mengcopy dari file db.127



b. Edit file db.172




(NB: Edit-nya disesuaikan dengan server anda masing-masing)

10. Buka file /etc/bind/named.conf.local



 Tulis dari //Forward zone sampai //Reverse Zone



11. Restart service bind9



12. Lakukan pengecekan konfigurasi dengan perintah nslookup 172.29.5.200 / nslookup www.luxsmart.org



13. Konfigurasi sudah selesai, silahkan cek pada client anda. Silahkan lakukan nslookup dari client anda. Apabila bisa resolv dengan IP atau Domain server anda maka konfigurasi berhasil.



Troubleshooting : apabila belum resolv dengan Domain anda silahkan coba isi pengaturan Network IPv4 pada komputer client dan buat DNS Server manual, diisi dengan IP Server anda.





Ya, kurang lebih seperti itu. Terima kasih mau berkunjung ke blog saya semoga betah membacanya
sekian.


Wassalamu'alaikum Wr Wb ....



#SMK Bandung Selatan


Monday, May 9, 2016

Sistem Operasi Linux

Apa kabar sobat bloger ?, kali ini saya akan memposting sebuah artikel tentang Linux dan perintah - perintah dasarnya juga. Tetapi sebelum menuju perintah - perintah dasar dari Linux, pertama - tama kalian harus mengetahui apa itu Linux, bagaimana perkembanganya dan apasajakah jenis - jenis dari linux itu sendiri. Oke kita langsung saja.




Pengertian Linux


Linux adalah sebuah sistem operasi yang berbasis Unix yang dikembangkan berdasarkan standar yang dimiliki oleh Unix, dengan kata lain Linux merupakan sebuah sistem operasi yang di hasilkan dari perkembangan Unix atau dengan kata lain keturunanya. Linux merupakan sistem operasi Open Source yang artinya semua orang bebas digunakan, dirubah, dan dikembangkan oleh siapa saja dan tentunya didapat dengan cuma - cuma atau gratis, selain itu Linux juga berada di bawah lisensi GNU (General Public License),  yang artinyaLinux didistribusikan berikut dengan source code atau kode programnya. Dengan ketersediaan akses kode tersebut pengguna memungkinkan dapat bebas berkreasi, memodifikasi dan mendistribusikan kembali.

 

Nama Linux itu berasal dari nama pembuatnya dan mulai diperkenalkan pada tahun 1991 oleh Linus Torvalds. Linux biasanya digunakan sebagai sistem operasi di berbagai perangkat keras komputer, terutama komputer server, komputer desktop, dan super komputer. Linux juga merupakan sistem operasi yang bersifat multi user dan multi tasking. Artinya dari satu user dapat masuk ke Linux yang sama pada waktu yang sama pula dengan aplikasi yang berbeda. Selain itu, Linux juga multi tasking, yang artinya user dapat mengeksekusi lebih dari satu proses progran yang sama. Linux memiliki logo yang sangat unix, yaitu sebuah burung penguin, selain logonya yang unix asal mula logonyapun unix, awalnya ketika Linus ( Sang penggagas Linux) berlibur ke daerah selatan dia bertemu dengan seekor penguin lucu yang tidak sengaja mengigit jarinya, hal ini yang membuat Linus demam berhari - hari. 

Kejadian ini kemudian yang menginspirasi dirinya untuk menjadikan seekor penguin sebagai logo dari Linux. TUX, nama seekor penguin yang menjadi logo maskot dari Linux. TUX merupakan hasil karya seniman Larry Ewing seorang pelukis yang terkenal, logo tersebut di buat pada tahun 1996, dan atasusulan James Hughes dipilihlah nama TUX yang berarti Trovald Unix.


Jenis - jenis Linux

1. Debian Linux
Debian merupakan jenis linux yang kurang terkenal, namun banyak penggunaya dari kalangan teknis. Mereka puas karena kestabilanya. Selain itu, format paket programnya lebih stabil.

2. Redhat Linux
Merupakan Linux yang cukup populer di Amerika dan Indonesia, dan di rancang khusus untuk komputer server. Redhat diakui sebagai server tercepat dibandingkan dengan linux server lainya.

3. Mandrake Linux
Merupakan Linux yang handal bila digunakan sebagai Client, dan di utamakan menggunakan proccessor pentium.

4. Caldera Linux
Merupakan jenis Linux yang di rancang untuk mempermudah pemakaian bagi penggunaya dengan tampilan keseluruhanya grafis.

5. Slackware Linux
Slackware adalah distribusi Linux pertama, yang hadir dengan model yang sangat sederhana tidak seperti distribusi Linux lainya.

6. SuSE Linux
Linux ini paling banyak digunakan di Eropa. SuSE ini di lengkapi desktop manager yang dikenal dengan KDE (K Desktop Environment) desktop dan platform.

7. Corel Linux 
Linux dengan sistim distribusi

8. Turbo Linux
Turbo Linux adalah Linux yang terkenal di Asia. bahkan di Jepang dan di China. Linux ini dibuat dari berbagai under Linux/UNIX, baik komersial, maupun freeware untuk kepentingan jaringan besar.

9. Ubuntu Linux
Ubuntu memiliki banyak kelebihan yaitu dapat update berkala selama 3 bulan, dukungan komunikasi sangat banyak, dukungan dana yang melimpah, dan CD installernya gratis.

Nah, itu semua adalah jenis - jenis Linux yang saya ketahui sejauh ini. Selanjutnya kiata akan beralih ke perintah - perintah dasar Linux.


Perintah - perintah dasar Linux

1. sudo su Digunakan untuk login sebagai root/pengguna tertinggi Sintaks sudo su
2. login Digunakan untuk login sebagai user lain, namun harus menjadi root dulu untuk bisa menjalankan peirntah ini. Sintaks : login namauser Contoh : login adam
3. cd Digunakan untuk berpindah direktori Sintaks : cd alamat_direktori Contoh : cd /var/www
4. pwd Digunakan untuk memperlihatkan di direktori mana posisi kita berada sekarang. Sintaks : pwd
5. ls Digunakan untuk melihat isi sebuah direktori. Sintaks : ls
6. cp Digunakan untuk melakukan copy file. Sintaks : cp /direktori/file_yang_ingin_dicopy /direktori tujuan Contoh : cp /etc/file1.txt /var/www
7. mv Digunakan untuk melakukan memindahkan, cut atau rename file. Sintaks : mv /direktori/file_yang_ingin_dicut /direktori tujuan (cut) mv /direktori/file_yang_ingin_direname /nama_baru_file (rename) Contoh: mv /etc/file1.txt /var/www mv /etc/file1.txt file2.txt
8. mkdir Digunakan untuk membuat folder baru. Sintaks : mkdir nama_folder Contoh : mkdir folder1
9. rmdir Digunakan untuk menghapus folder. Sintaks : rmdir nama_folder Contoh : rmdir folder1
10. touch Digunakan untuk membuat file baru. Sintaks : touch nama_file Contoh : touch file1.txt
11. rm Digunakan untuk menghapus file. Sintaks : rm nama_file Contoh : rm file1.txt
12. more Digunakan untuk menampilkan isi sebuah file Sintaks : more nama_fie Contoh : more file1.txt
13. echo Digunakan untuk menuliskan sesuatu kata atau kalimat ke sebuah file. Sintaks : echo “isi pesan” nama_file Contoh : echo “Hai ini adalah contoh pesan” >> file1.txt
14. adduser Digunakan untuk menambah user baru. Sintaks : adduser nama_user Contoh : adduser adamkurniawan
15. addgroup Digunakan untuk menambah group baru Sintaks : addgroup nama_group Contoh : addgroup grup1
16. lsusb Digunakan untuk melihat perangkat usb yang sedang terkoneksi ke komputer Sintaks : lsusb
17. lspci Digunakan untuk melihat perangkat pci yang sedang terkoneksi ke komputer Sintaks : lspci 18. lshw Digunakan untuk melihat hardware komputer. Sintaks : lshw
19. dmesg Digunakan untuk melihat hardware yang sedang beraktifitas Sintaks : dmseg
20. top Digunakan untuk melihat proses yang sedang berjalan, seperti Task Manager pada Windows. Sintaks : top
21. cpuinfo Digunakan untuk melihat spesifikasi komputer. Sintaks : more /proc/cpuinfo
22. meminfo Digunakan untuk melihat status RAM Sintaks : more /proc/meminfo
23. clear Digunakan untuk membersihkan layar Sintaks : clear
24. halt Digunakan untuk mematikan komputer, namun harus sebagai root. Sintaks : halt
25. reboot Digunakan untuk merestart komputer, namun harus sebagai root. Sintaks : reboot 26. exit Digunakan untuk keluar dari terminal. Sintaks : exit
27. wget Digunakan untuk mendownload via terminal Sintaks : wget link_download Contoh : wget www.insightcalendar.com/Insight_Calendar_1-1_Setup.exe
28. ifconfig Digunakan untuk melihat konfigurasi ethernet/kartu jaringan. Sintaks : ifconfig
29. apt-get Digunakan untuk memperoleh paket/software dari repository ubuntu secara online. Sintax : apt-get nama_paket Contoh : apt-get update (untuk melakukan update repository) apt-get update wine (untuk mendapatkan paket wine)
30. tar Digunakan untuk melakukan extract file. Sintaks : tar [parameter] nama_file Contoh : tar -xzvf komodo-edit-5.2.4-4343-linux-libcpp6-x86.tar.gz
31. nautilus Digunakan untuk membuka tampilan GUI secara langsung. Sintaks : nautilus Contoh : sudo nautilus (menggunakan mode GUI dengan status root)
32. df -h melihat sisa kapasitas harddisk. sintaks : df -h
33. who      digunakan untuk melihat nama login kita. sintaks : who      
34. cat           digunakan untuk membuka file. sintaks : cat         contoh: cat test.txt
35. date  melihat tanggal sintaks : date
36. cal melihat kalender sintaks : melihat tanggal
37. hostname  Menampilkan nama komputer. sintaks: hostname 
38. free      Melihat Free memory. sintaks: free     
39. History melihat perintah apa saja yang pernah diketik sintaks : History

Beberapa perintah command 

1. login
Fungsi :Untuk masuk ke dalam jaringan.
Keterangan :Setiap pemakai sah dari sistem UNIX mempunyai identifikasi
pemakai sendiri (ID).
2. password
Fungsi :Memasukkan kata sandi setelah login.
Keterangan :Untuk pemakai yang baru didaftar oleh SUPER USER maka
user tidak perlu memasukkan kata sandi. Untuk menjaga
kerahasiaan, pengetikan tombol password tidak ditampilkan
di layar.
3. login
Fungsi :Untuk membuat atau mengubah kata sandi.
4. who
Fungsi :Untuk mengetahui daftar pemakai yang sedang aktif (login).
5. finger
Fungsi : Finger mempunyai kegunaan hampir sama dengan who,
hanya saja finger menyediakan informasi identitas user yang
lebih lengkap dari ada who.
6. logout
Fungsi :Untuk keluar dari sistem atau mengakhiri satu sesi login.
Keterangan :Bila pemakai akan mengakhiri penggunaan terminal
sebaiknya menjalankan perintah ini, agar hak akses pada log
in-nya tidak disalahgunakan oleh orang lain yang tidak
berhak.
7. exit
Fungsi :Untuk keluar dari sistem .
Keterangan :Sama dengan perintah log out.
8. whoami
Fungsi :Untuk mengetahui user siapa yang digunakan sedang login di
suatu komputer/terminal.
Keterangan : Digunakan bila menemukan terminal yang belum logout atau
exit dan ingin mengetahui milik siapa terminal tersebut
diaktifkan.
9. date
Fungsi :Menunjukkan atau mengatur tanggal.
10. cal
Fungsi :Mencetak kalender mulai tahun 0000 s/d 9999.
11. ls
Fungsi :Menampilkan daftar file dalam directori aktif.
Keterangan :Perintah ini akan menampilkan informasi mengenai directori
dan file. Bentuk sederhana perintah ls akan menampilkan
hanya nama file. Bentuk panjang ditandai dengan
menggunakan option –l, yang akan menampilkan nama-nama
file beserta informasi untuk setiap file yang ditampilkan.
Option-option yang disediakan :
-a : Tampilkan semua file di directory termasuk isian.
-o : Tampilkan hanya nama directory
-g : Cetak ID kelompok hanya untuk bentuk panjang
-I : Cetak nomor untuk setiap pemakai
-l : Tampilkan seluruh file secara lengkap
-o : Cetak ID pemakai (bila pemakai –1)
-r : Ubah urutan pengaturan nama file yang telah disusun
-t : Atur nama file berdasarkan waktu modifikasi terakhir,
tidak berdasarkan nama
-o : Atur nama file berdasarkan waktu akses terakhir.
Untuk option nama, bila “nama” merupakan sebuah directory, perintah itu
mencetak informasi yang diminta dengan pilihan (option) bagi semua file
dalam directori. Bila “nama” sebuah file, maka hanya informasi file
bersangkutan yang dicetak.
12. chmod
Fungsi :Mengubah permission suatu direktori/file.
Format : chmod 777 nama_file
13. clear
Fungsi :Bersihkan layar, (sama dengan perintah CLS di DOS) .
Format : clear atau bisa juga tekan kombinasi tombol ctrl+D
14. cmp
Fungsi :Membandingkan file1 dan file2 serta laporkan perbedaannya.
Format : cmp file1 dan file2
Keterangan :Perintah ini tidak akan melaporkan apa-apa jika file tersebut
identik (sama persis).
15. cp
Fungsi :Menggandakan file1 menjadi file2.
Format :
$ cp file1 file2 mengcopy → file1 ke file2
$ cp coba3 /home/syarif/nsmail → mengcopy file coba3 ke
direktori lain
Keterangan :Perintah cp akan meng-copy satu file ke file lain atau mengcopy
satu file atau lebih ke sebuah direktori.
16. rm
Fungsi :Menghapus file.
Format : rm nama-file.
atau
rm /path_file_berada
17. mv
Fungsi :Memindahkan letak suatu file atau bisa juga buat rename
nama file.
Format :
$ mv file1 file2 Renama → file1 menjadi file2
$ mv coba3 /home/syarif/nsmail → Memindahkan file coba3 ke
direktori lain
Keterangan :mv akan memindahkan satu file ke file lain atau
memindahkan satu file atau lebih, ke sebuah direktori.
18. cat
Fungsi :Menampilkan isi sebuah file (sama dengan perintah TYPE
pada DOS). Cat berfungsi untuk mencetak ke layar monitor
isi dari sebuah file text.
Jika file dililihat menggunakan
perintah ini bukan file text maka akan keluar
karakterkarakter aneh pada layar.. Untuk menghindari
tercetaknya karakter-karakter aneh tersebut dapat digunakan
perintah cat –v.
19. more
Fungsi :Menampilkan isi text file per layar.
Format :more nama-file
Keterangan :Dengan perintah ini isi file dapat ditampilkan perlayar
sehingga dapat diperiksa secara detail. Tekan spasi untuk
melihat isi file di layar berikutnya.
20. history
Fungsi :Menampilkan perintah-perintah yang telah digunakan
sebelumnya.
Format :history
21. wc
Fungsi :Menghitung jumlah kata, jumlah baris dan jumlah karakter
dalam suatu file.
Format :wc nama-file
22. man
Fungsi :Singkatan dari manual yaitu untuk menampilkan halaman
manual untuk semua perintah UNIX. Perintah ini sangat
bermanfaat bagi setiap pemakai UNIX karena dapat
membantu mengingat kembali perintah-perintah UNIX.
Format :man nama-perintah
23. grep
Fungsi :Mencari isi suatu file di sembarang directori.
Format :grep –n ‘nama-file’ di-direktori
Keterangan :Perintah grep akan mencari suatu variable dalam suatu baris
tertentu, di dalam sembarang direktori pada semua file. Grep
sangat berguna untuk menemukan kata tertentu dalam
beberapa dokumen atau mencari adanya sebuah variable
dalam sekelompok program.
Misalnya : grep –n ‘shutdown’ /etc/*.
24. mkdir
Fungsi :Membuat direktori.
Format :mkdir nama-direktori
~$ mkdir coba1 coba2 coba3 (membuat 3 direktori sekaligus)
Keterangan : Di DOS peritahnya adalah MD (make directory)
25. rmdir
Fungsi :Menghapus direktori yang kosong .
Format : rmdir nama-direktori
~$ rmdir coba1 coba2 coba3 (menghapus 3 direktori
sekaligus)
Jika directori yang dihapus tidak ada maka akan ditampilkan
pesan.
Keterangan : Di DOS peritahnya adalah RD (remove directory).
26. pwd
Fungsi :Menunjukkan direktori aktif.
Format :pwd
27. cd
Fungsi :Masuk kelokasi direktori tertentu.
Format : cd path-direktori
Contoh :
~$ cd /etc , maka akan pindah ke direktori etc
28. adduser
Fungsi :Menambahkan user baru disistem.
Format :adduser nama-user
29. ps
Fungsi : Digunakan untuk memonitoring informasi tentang proses
yang aktif dalam sistem UNIX.
Format :ps -aux
30. kill
Fungsi : Digunakan untuk menghentikan proses yang sedang berjalan.
Format :kill id-proses
Keterangan : Id proses dapat dilihat pada kolom PID pada keluaran
perintah ps -aux diatas.
31. &
Fungsi :Menjalankan program di belakang layar (multitasking).
Format :& nama-program
32. bc
Fungsi :Perintah bc dapat digunakan sebagai calculator.
Keterangan : Fasilias ini tida ada pada versi UNIX standar.
33. pr
Fungsi :Mencetak isi file ke printer.
Format :pr nama-file > /dev/lp0
34. write pemakai [tty]
Fungsi :Mengirim pesan ke pemakai yang sedang login.
Keterangan :Write akan membuat hubungan dari keyboard ke layar
pemakai yang ditentukan. Apa saja yang diketikkan dari
keyboard akan tampak di layar penerima.
35. mesg [pilihan]
Fungsi :Menolak pesan dari pemakai lain.
Keterangan :Anda dapat juga menolak pesan yang dikirim dengan
memakai perintah write.
Perintah ini tidak dapat menolak ijin
bagi super user untuk mengirim pesan.
36. mail [penerima]
Fungsi :Mengirimkan dan membaca pesan berupa surat.
Keterangan :Mail adalah sebuah program pengiriman elektronik yang
mengirimkan pesan ke user lain atau membaca pesan dari
user lainnya.
37. wall
Fungsi :Pengiriman pesan oleh super user.
Keterangan :Bagi super user, sistem operasi UNIX menyediakan
pengiriman pesan keseluruhan pemakai yang sedang log in
saat itu dan perintah ini hanya dapat dilakukan oleh super
user.


Mungkin hanya segitu yang saya ketahui tentang Linux itupun saya lihat diberbagai artikel - artikel lainya yang tersebar didunia maya atau internet. 
Ya, cukup sekian, semoga bermanfaat bagi sobat yang telah membaca artikel ini, mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan atau pengetikan dan tolong kasih komentar apabila ada kekurangan atau ada informasi yang salah menganai linux ini. Terima kasih dan sampai jumpa di artikel berikutnya.